Kamis, 28 Juli 2011

Selamat Datang di "Say Galery"

Selamat datang di blog "Say Galery." Blog ini berisi informasi mengenai produk-produk yang dihasilkan dari Divisi Pemberdayaan Potensi Masyarakat RW.03 Pondok Sukmajaya Permai, Kota Depok. Dengan kata lain, blog ini adalah bagian dari promosi dagang dari produk-produk yang dihasilkan warga, khususnya yang tergabung dalam sanggar seni yang disebut "Say Galery."

Say Galery beralamat di Perumahan Pondok Sukmajaya Permai, Jl. Tole Iskandar, Blok D1 No. 9 RT.09/03, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Lokasinya masuk ke wilayah Depok II, bersebelahan dengan perumahan Mutiara Depok dan berseberangan dengan perumahan Griya Lembah Depok.

Sanggar ini dipimpin oleh Bp. Suyono (HP. 021-27059702). Jiwa seni yang mengalir di dalam tubuhnya membuat segala produknya bernuansa seni yang kreatif, inovatif, dan imajinatif. Ia menyukai bidang kesenian yang spesifik membentuk seni lingkungan, seperti pertamanan, dan pernak-perniknya. Untuk kali ini yang sedang diajarkan kepada lingkungannya adalah membuat karya seni batik yang dimodifikasi ke berbagai benda, seperti bokor, pot bunga, hingga ke bodi kendaraan bermotor.

Berikut beberapa produk seni bernuansa batik yang telah berpindah tangan (terjual):

Gambar di sebelah ini adalah pot bunga yang terbuat dari plastik. Pot tersebut dibungkus dengan kain batik. Agar bertahan lama dan kedap air, di bagian terluar dilapisi kembali dengan vernis mengkilap. Produk ini cocok digunakan untuk pohon atau bunga yang bernilai seni atau memiliki harga tinggi. Lebih cocok diletakkan di meja atau teras rumah.


Adapun motif batik, disesuaikan dengan keinginan cusomer, karena ada yang suka warna-warna cerah, warna-warna kalem (sejuk), dan ada yang suka warna-warna kombinasi.

Bejana (tempat/ pot)nya pun bisa menggunakan berbagai bahan, seperti dari plastik, tanah liat (termasuk gentong), kayu, kuningan (termasuk bokor), dan lain sebagainya. Begitu juga dengan bahan penyangga pot (kaki), bisa terbuat dari kayu (dilapisi kain), atau dari besi/ kuningan.

Mengenai harga, bisa dirembug karena harga jadi barang seni itu diperhitungkan dengan harga dasar kain, pot, kaki pot, dan tingkat kerumitan pengerjaan. Memang, hasil produksi ini ditujukan untuk kalangan pecinta seni/ keindahan karena harganya di atas harga-harga pot pada umumnya.

Contoh beberapa motif batik yang telah diproduksi
Berikut ini bodi kendaraan bermotor yang sudah dibungkus kain batik:

Contoh bodi sepeda motor yang dilapisi kain batik
Bila ada pesanan yang relatif banyak, Bp. Suyono dibantu oleh ibu-ibu dan remaja Karang Taruna RW.03 khususnya dan Karang Taruna Kelurahan Sukmajaya pada umumnya. Hal ini senada dengan keinginan Ketua RW.03 yang menghendaki adanya pemberdayaan potensi masyarakat sehingga tidak ada lagi masyarakat yang menganggur. Di RW.03 sendiri Bp. Suyono adalah Ketua Divisi Pemberdayaan Potensi Masyarakat yang membawahi banyak kegiatan peningkatan ekonomi masyarakat seperti pembuatan pupuk kompos dari limbah sampah rumah tangga dan lingkungan, pemanfaatan kendaraan pribadi untuk transportasi warga (ojek), pembuatan dekorasi taman, masakan, dan sebagainya. Blog RW.03 ada di http://rw03-psp.blogspot.com.

Ada juga helm.
Selain ini merupakan bisnis pribadi/ warga, namun Bp. Suyono sangat terbuka untuk diadakan kerja sama, khususnya 'Bapak Angkat' atau pemodal untuk memperbesar produksi dan pemasarannya. Saat ini pemasaran baru dilakukan mulut ke mulut dan melalui blog (internet). Meski demikian, karyanya sudah sampai ke manca negara dengan cara kenalan lamanya mengajak orang asing ke sanggar untuk membeli barang, atau temannya menghadiahi tamu asingnya dengan hasil karya Bp. Suyono ini.

Perluasan atau modifikasi produk pot batik ini bisa dilakukan, misalkan dengan bentuk parcel (sebagai wadah meletakkan makanan atau barang kerajinan lain yang akan dijadikan parcel).


Hingga saat ini banyak pihak-pihak (pejabat) yang telah mengunjungi sanggarnya seperti Ketua RW.03, Lurah Sukmajaya, Sekretaris LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) Kelurahan Sukmajaya, Anggota Komisi A DPRD Kota Depok. Juga telah diliput oleh beberapa kontributor media penyiaran, seperti dari Radar Depok, CB Channel, RCTI, SCTV, JakTV, MNCTV, Metro TV, Kompas TV, dan sebagainya.

Bp. Suyono sedang bekerja di sanggarnya
Teknik pengerjaan sebenarnya sangat sederhana, namun demikian, jiwa seninyalah yang akan membedakan hasil karyanya. Sama seperti koki masakan, bisa jadi menu sama, bahan sama, namun belum tentu hasil olahnya (produknya) sama.

Hampir tidak disangka bahwa pot yang sudah jadi berasal dari kain batik yang ditempel, karena orang sering menyangka pot itu adalah pot keramik.

Beberapa pihak, termasuk Ibu Ninong dari DPRD Kota Depok berjanji akan berusaha mencarikan cara untuk memasarkan produk ini.

Berdialog dengan Ibu Ninong (DPRD) dan Bp. H. Ues (Lurah)
Lebih jauh, Ibu Ninong juga akan memesan beberapa pot yang akan dijadikan souvenir kepada para pejabat di lingkungan Kota Depok.

Beliau akan memesan secara khusus karena kain batik yang akan digunakan adalah batik khas Kota Depok. Ada 6 motif kain batik khas Kota Depok, namun ada 4 atau 5 yang dapat dipergunakan sebagai motif bebas (yang pasti 1 motif yang sudah dipergunakan sebagai baju seragam resmi Pegawai Negeri Sipil Kota Depok), tentu motif itu tidak bisa dijadikan motif batik untuk pot semacam ini.

1 komentar:

  1. Great Job Broe... Amazing... Full of creativity... Keep Movin'!!! U Can Do It,,, 4 Thumbs 4 U Broe.....

    BalasHapus