POT
BATIK MAKIN DIKENAL
Bp.
Suyono dengan produksi pot batiknya sudah semakin dikenal masyarakat luas, hal
itu karena atas jasa beberapa kalangan, mulai dari orang-orang di sekitarnya
sampai tingkat Kelurahan, Kecamatan,
hingga kalangan DPRD Kota Depok, dan beberapa pejabat di tingkat pusat.
Beberapa
media pun meliput aktivitas Bp. Suyono, misalkan Monitor Depok (Monde,
4/11/2011) ketika Bp. Suyono mengikuti pameran 41 IKM (Industri Kecil-Menengah)
Kota Depok di Depok Town Square (Detos) dalam acara Festival Depok Kreatif yang
dibuka Walikota Depok, Bp. Dr. H. Nur Mahmudi Ismail. Pameran tersebut telah
berlangsung pada 3-7 November 2011 lalu.
Pada Rabu 9 November 2011, Depok
Ekspres memberitakan pameran itu. Judul yang ditulis adalah “Spesifikasi Produk
IKM Dibutuhkan dalam Pameran.”
Harian
Depok Ekspres tersebut juga meliput secara bertahap (3 kali penerbitan) dengan
tajuk “Melihat Lebih Dekat Say Gallery Penghasil Pot Batik di Sukmajaya” yang
diliput langsung dari rumahnya yang merangkap sebagai bengkel produksinya yang
diberi nama “Say Gallery.” Penerbitan pertama pada Kamis 10 November 2011
dengan judul “Ubah Pot Menjadi Barang Bernilai Jual Tinggi.”
Terbitan
kedua pada Jumat 11 November 2011 dengan judul “Modal Keahlian. Pot Batik
Diminati
Negara Tetangga.”
Terbitan
ketiga pada Sabtu, 12 November 2011 dengan judul “Dari Pot Batik Merambah ke
Motor Batik.”
Selain
pot batik, Bp. Suyono yang memang pencinta seni dalam arti kata sebagai pelaku,
ia juga menekuni bidang kesenian yang dihasilkan dari limbah kayu. Sementara
ini, hasilnya dipadukan dengan pot batiknya (menjadi tatakan, meja, atau
kakinya). Monde pada terbitan 30
September 2011 juga meliput kegiatan Bp. Suyono ketika sedang mengikuti
pelatihan handy craft yang digelar Disperindag Kota Depok dengan tajuk “Alat
Produksi, modal dan pemasaran jadi kendala.”
Perannya
sebagai Ketua Divisi Pemberdayaan Potensi Masyarakat di RW.03 Pondok Sukmajaya
Permai, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok ini juga sedang
berusaha untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa alat produksi
pengolah sampah dan gerobak sampah untuk mendaur ulang atau menggunakan ulang
sampah-sampah rumah tangga yang ada di lingkungannya.
Jika
sampah bisa ‘disulap’ menjadi uang, maka akan banyak orang yang akan menjadi
penggiat sampah, mendapatkan penghasilan, sekaligus menjadi agen perubahan
lingkungan ke arah yang lebih baik, lingkungan menjadi bersih, hijau, dan
sehat. Semoga !
Sebagai warga masyarakat kami salut dengan Bpk.Bambang sebagai ketua Rw.03, Pondok SUkmajaya Permai -Depok, pada masa jabatannya...yang turut serta membantu mayarakat di sekitarnya untuk produktif dengan sebisa-bisanya...dan kamipun sebagai warga turut serta melakukan sesuatu untuk mengharumkan wilayah tempat tinggal kami dengan berbagai cara..agar dapat di jadikan daerah percontohan komunitas mayarakat yang rukun warganya..AMin
BalasHapus